Bukannya Untuk Mencuri, Muhammad Khaidir Rupanya Diker0yok Saat Hendak Sholat Tahajud

MUHAMMAD Khaidir (23), pemuda diker0yok warga di sebuah masjid di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, hingga t3was ternyata bukan m4ling.
Polisi memastikan bahwa Khaidir yang menjadi korban kemarahan membabi buya bukan m4ling atau pencVri.
“Tidak ada fakta korban itu maling,” tegas Kapolres Gowa, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, mengutip Riausky.
Shinto memastikan, fakta yang dia dapat, adanya provokasi m4ling dari warga. Provokasi itu, lanjut Shinto, yang membuat warga bertindak main hakim sendiri.
“Yang ada adalah, fakta provokasi maling dari warga dan pelaku sudah kita tangkap dan kita jadikan tersangka,” ucap Shinto.
Shinto menjelaskan, Jasad Khaidir sudah diserahkan ke pihak keluarga pada Selasa (11/12/2018) ke Kepulauan Selayar. Jen4zah juga sudah diaut0psi di Polda Sultra.
“Jen4zah sudah kita aut0psi Senin (10/12), pukul 19.30 Wita, dan pukul 00.00 Wita (11/12), dari RS Bhayangkara Polda kita bawa ke Kabupaten Selayar dan itu kita fasilitasi,” ungkap Shinto.
Video pengeroyokan Khaidir viral di media sosial baru-baru ini. Aksi sadis warga menganiaya Khaidir di dalam masjid jadi tontonan netizen. Aksi pengeroyokan ini terjadi pada Senin (10/12).
Hingga saat ini, polisi telah menetapkan 10 orang tersangka yang terlibat dalam aksi pengeroyokan itu. Tidak tertutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka lain dalam aksi ini.
– Dibantai Saat Mau Tahajjud
Muhammad Khaidir, pemuda berusia 23 tahun t3was diker0yok warga di Masjid Nurul Yasin, Jalan Poros Limbung, Kampung Jatia, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Khaidir yang berada di masjid itu untuk salat Tahajud, justru menjadi bulan-bulanan massa hingga t3was karena dituduh hendak mencVri.
Kapolres Gowa Ajun Komisaris Besar Shinto Silitonga melalui keterangan tertulis, Senin (17/12/2018), peristiwa itu terjadi pada Senin (10/12) dini hari pekan lalu.
“Awalnya, korban ke masjid untuk salat Tahajud. Tapi, pintu gerbang masjid terkunci. Ia lantas mendatangi rumah warga berinisial YDS untuk meminta dibukakan pintu masjid. Ternyata, kedatangan pelaku ke rumah YDS itu membuat salah sangka,” kata Shinto sebagaimana diberitakan Suara.com.
YDS, kata dia, menyangka kedatangan Khaidir ke rumahnya dengan maksud tak baik. Karenanya, dia tak membukakan pintu saat diketuk sang mahasiswa.
Karena tak dibukakan pintu, Khaidir kembali berjalan ke masjid. Sementara, tanpa sepengetahuan Khaidir, YDS keluar dari pintu lain menuju masjid.
YDS yang berhasil sampai di masjid lebih dulu ketimbang Khaidir, menemui marbut berinisial RDN. Ia mengakui didatangi seseorang yang dinilainya tak bermaksud baik.
“Oleh RDN, informasi dari YDS itu diumumkan melalui pelantang suara masjid seperti ada maling di masjid. Pengumuman itu memicu kemarahan warga yang berduyun-duyun datang ke masjid,” jelasnya.
Nahas, mahasiswa Universitas Indonesia Timur Makassar yang bermaksud salat Tahajud di masjid itu justru disambut pukVlan bertub!-tubi dari warga setempat.
Hasil aut0psi yang dilakukan tim dokter forensik RS Bhayangkara Polda Sulsel, Khaidir t3was akibat sejumlah luk4 di tubuhnya.
Mata kanan Khaidir memar akibat benda tumpul. Pipi, alis, dan daun telinga kanan luka r0bek. Rah4ng bawah Khaidir p4tah. Telapak tangannya m3mar.
Sementara b3tis kanan dan pergelengan tangan krinya r0bek. Bagian belakang k3pala Khaidir rob3k serta pembVnuh d4rah kep4l4nya p3cah.
Sementara ini sejumlah orang yang dijadikan tersangka ialah RDN (47); ASW alias Endi (26); HST (18); IDK (52); SDS (53); INA (24); YDS (49) dan R (50). (Dil)
0 Response to "Bukannya Untuk Mencuri, Muhammad Khaidir Rupanya Diker0yok Saat Hendak Sholat Tahajud"
Posting Komentar